Kisah Maya menjadi Archana

"..Banyak orang yang sudah kaya dan sukses merasa bingung dan kesepian. Setelah sukses mau apa lagi ? Demikianlah, karena paradigma yang dianut berakhir pada kesuksesan materi. Mereka merasa telah mencapai akhir perjalanan hidupnya. So, untuk melanjutkan hidup kau harus percaya pada sesuatu yang tak terjangkau, sesuatu yang ingin selalu kau gapai namun takkan pernah tercapai hingga hidup berakhir. Dan itulah Tuhan. Karena itu jangan terjebak dengan konsep-konsep dan logika manusia tentang Tuhan, karena kau akan terjebak dalam menafikkanNya. Keep God Mysterious. God is the ultimate mysteri…"
"..Di barat aku bertemu dengan paradigma yang sangat mementingkan `I`. Tapi ternyata tidak. Aku adalah `nothing`. I am nothing. Aku adalah biasa saja. Sebiasa-biasanya pemain sinetron tenar maupun pengemis tak terkenal. Atribut-atribut di luar bisa menentukan posisiku dalam masyarakat, namun takkan bisa merubah jatidiriku. Kelebihan dan kekuranganku tak akan pula merubah jatidiriku. Ini sangat jauh dengan paradigma barat yang sangat memperhatikan atribut-atribut demikian. Jiwa manusia sangat beragam dan tidak dapat diseragamkan. Sementara ilmu psikologi barat ingin menyeragamkan manusia. Manusia dikelompokkan menjadi sekian jenis, berdasarkan penelitan, eksperiment dan teori. Menurutku ini salah…"
Demikianlah sedikit kutipan bebas dari buku karangan Maya Safira Muchtar, "Penggal Kepalamu Dan Persembahkan Pada Sang Mursid" terbitan One Earth Media. (Judulnya serem ya ?). Buku ini berkisah tentang seorang gadis rapuh yang selama belasan tahun menanggung beban trauma - akibat pelecehan seksual yang dialaminya sejak umur 12 tahun hingga ia menjadi sosok yang mandiri, kreatif dan berlimpah kasih. Dari seseorang yang marah dan pembenci Tuhan menjadi seorang yang yakin dan mampu merasakan Cinta Kasih Tuhan. Dari maya yang berarti ilusi menjadi Archana (persembahan).
Kesan pribadi saya : terus terang ada banyak hikmah yang bisa saya petik dari kisahnya. Sangat banyak malah. Walau terus terang di beberapa tempat saya harus berjuang mencairkan beberapa pemahaman-pemahaman yang sudah kadung mengkristal di otak saya,… hehehe… Menilik dari isinya, buku ini merujuk kepada universalisme dan tidak pada satu ajaran agama tertentu. Kepada Maya sang penulis, saya mohon maaf sudah lancang mengutip secara bebas kalimat-kalimat Anda sehingga mungkin bisa melenceng dari makna aslinya. Penulisan ini di blog ini hanyalah sekadar mengungkapkan salut saya pada semua perjuangan Anda.
Berbagi :
Comments »
The URI to TrackBack this entry is: http://doeljoni.blogsome.com/2005/07/30/37/trackback/
No comments yet.
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>