Kemoterapi

 

Kanker merupakan salah satu jenis penyakit yang banyak menyebabkan kematian dan dapat terjadi pada manusia dari semua kelompok usia dan ras. Kanker timbul karena terjadi mutasi pada sel normal oleh pengaruh radiasi, virus, hormon dan bahan kimia karsinogen. Sifat sel kanker berbeda dari sel tubuh normal karena mitosis sel kanker lebih cepat, tidak normal dan tidak terkendali. Terapi kanker bertujuan untuk mengontrol pertumbuhan atau mematikan sel kanker tanpa mengganggu kelangsungan hidup dan fungsi sel sehat.

Penderitaan pasien kanker hanya sebagian kecil saja disebabkan desakan kanker pada jaringan atau organ tubuh yang tertekan oleh kanker tersebut. Hampir seluruh gejala penderitaan pada pasien kanker sebenarnya disebab-kan racun-racun yang dikeluarkan kanker. Baru pada stadium lanjut muncul gejala akibat desakan kanker. Inilah yang membuat penderita kanker selalu terlambat berobat. Kanker pada anak biasanya sangat sulit dideteksi dari awal dibandingkan pada orang dewasa. Hal ini terjadi karena anak-anak cenderung diam dan tidak mengeluh jika tidak mengalami sakit yang terlalu berarti. Akibat kanker pada anak sulit terdeteksi, maka tak heran bila anak-anak yang mengalami perawatan di rumah sakit, sudah pada stadium lanjut.

Selama ini, ada tiga pendekatan yang sering ditempuh dalam terapi kanker, yaitu operasi bedah, kemoterapi, dan radioterapi. Masing-masing metode memiliki kelebihan, keterbatasan, dan kekurangan. Umumnya masyarakat berpikir bahwa pengobatan kanker hanya dengan cara menghilangkan kanker dengan pembedahan (operasi), penyinaran (radioterapi) atau dengan obat-obatan antikanker (kemoterapi). Dengan tindakan ini memang kanker bisa sembuh bila kanker hilang atau penyakit berkurang bila kanker mengecil. Namun 90 persen penderita kanker meninggal karena infeksi, dan penyebab lainnya adalah trombosis (penyumbatan pembuluh darah).

Operasi bedah merupakan pilihan efektif untuk tipe kanker yang tidak terikat erat pada jaringan tubuh lainnya, serta sel-sel kankernya terbungkus dalam satu kesatuan. Namun, teknik pembedahan ini menjadi kurang menguntungkan pada jenis kanker terbuka, karena dapat meninggalkan sisa-sisa sel kanker yang dapat tumbuh kembali di kemudian hari. Teknik operasi bedah juga tidak dapat digunakan untuk jenis kanker yang sudah bermetastasis.

Pada awalnya, kanker adalah sel hidup yang tumbuh dengan mem-belah diri secara normal, sampai pada suatu saat sel tersebut mengalami perubahan. Sel tersebut akan tumbuh dan membelah diri secara tidak terkontrol dan dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain. Kemoterapi dapat membunuh sel-sel kanker yang sedang berkembang. Untuk beberapa bentuk sel kanker, mungkin diperlukan lebih dari satu pengobatan.

Metode kemoterapi dilakukan dengan cara memberikan obat dalam bentuk senyawa kimia untuk membunuh sel-sel kanker dalam tubuh pasien. Kemoterapi dapat diberikan melalui mulut atau injeksi, kadang-kadang dapat juga langsung pada bagian tubuh yang terkena kanker. Kebanyakan kemoterapi diberikan secara infus melalui pembuluh darah vena.

Metode kemoterapi ini cukup dapat diandalkan untuk terapi anak sebar kanker, misalnya kanker payudara yang sudah menyebar ke paru-paru. Dalam kasus seperti ini, perlakuan kemoterapi merupakan satu-satunya pilihan. Obat dapat diberikan melalui suntikan atau dimakan sehingga masuk aliran darah dan mengejar sel-sel kanker. Kemoterapi pada pengobatan kanker payudara dapat diberikan untuk tujuan yang berbeda. Pada di mana stadium penyakitnya masih awal, kemoterapi diberikan sebagai ‘tambahan’ (bukan obat primer/utama) dari pengobatan operasi dan penyinaran. Tujuannya adalah untuk mematikan sisa sel-sel kanker yang mungkin sudah beredar di dalam tubuh yang tidak terdeteksi oleh pemeriksaan. Jadi, tujuannya untuk mencegah kekambuhan. Pada stadium yang lanjut, kemoterapi diberikan sebagai terapi utama.

Tujuan lain dari kemoterapi adalah untuk menghilangkan gejala-gejala yang timbul akibat kanker, memperbaiki kualitas hidup, menghambat progresivitas tumor, dan memperpanjang masa ketahanan hidup. Kemoterapi pada kanker payudara juga dapat diberikan sebelum operasi. Biasanya dilakukan pada pasien yang tumornya masih berlokasi di payudara saja, belum menyebar jauh, namun ukurannya terlalu besar. Tujuannya adalah untuk memperkecil ukuran tumor sehingga menjadi layak dioperasi.

Namun, teknik kemoterapi di samping membunuh sel-sel kanker juga dapat mengakibatkan rusaknya sel-sel normal yang kebetulan menyerap obat tersebut. Efek samping pengobatan ini cukup berat, misalnya mual, muntah, rambut rontok, dan lain-lain.

Dilatah dari :

Tuhan, mudahkan Bunda saya yang akan menjalaninya. Jadikan ini bagi jalan kesembuhannya… Amiiinn

Update : Sembuh !


Berbagi :
Tambahkan Kemoterapi Tambahkan Kemoterapi Tambahkan Kemoterapi Tambahkan Kemoterapi Tambahkan Kemoterapi Tambahkan Kemoterapi Tambahkan Kemoterapi

3 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://doeljoni.blogsome.com/2005/08/06/36/trackback/

  1. 1 . Comment by kori — May 23, 2007 @ 1:46 pm

    Gravatar Image   

    Menurut Dr.Theo, kanker dapat dipandang sebagai benda asing di tubuh atau sebagai isyarat tubuh bahwa ada sesuatu yang tidak beres di badan. Kemoterapi salah satu alternatif, namun juga masih banyak kontroversi. Menurut beliau angka harapan hidup dengan dan tanpa Kemoterapi tetap sama. www.cacare.com. Herbal alternatif terbaik, tanpa efek samping.

  2. 2 . Comment by A Pangestu — May 25, 2007 @ 4:22 pm

    Gravatar Image   

    Pentinganya pencegahan daripada pengobatan. kanker payudara di Indonesia menempati urutan kedua setelah kanker serviks. Perlu diketahui bahwa sampai saat ini faktor penyebab dari kanker ini belum diketahui, namun ada beberapa faktor yang saling memengaruhi, yaitu faktor genetik, pengaruh hormon, faktor virus, pola makan yang banyak mengandung lemak, dan pengaruh radiasi di bagian dada.

  3. 3 . Comment by amel — July 22, 2007 @ 8:04 pm

    Gravatar Image   

    saya turut prihatin atas kondisi bunda anda. Semoga cepat sembuh




RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.