Check List Memilih Mobil Bekas

Beberapa minggu menghabiskan hari-hari bersama seorang sobat yang hidup dari bengkel ke bengkel telah memberikan wacana baru. Ya, berteman dengan bakul minyak bisa kecipratan wanginya minyak. Berteman dengan bakul mobil bisa kecipratan mobil hehehe… (moga-moga huahahhaa
). Nggak dink..
berteman dengan bakul mobil bisa kecipratan ilmu permobilan, dan juga relasi-relasi urusan permobilan.
Walau cuman pedagang kelas teri, namun lumayan lah. Dari sisi income lebih gede dibanding jadi engineer hahahaha…. Ngomong-ngomong usaha ini bisa di sebut usaha kecil menengah gak yah ?
Sobat yang satu ini emang ngakunya pedagang kelas teri, la wong gak punya show room. Cuman bermodal kepercayaan (thrust), relasi ( friendship’s rule ), dan sedikit knowledge (see ? knowledge is power…) tentang mobil bekas. Toh dengan begitu bisnis bisa jalan.
Ohya, apa yang bisa saya dapat dari dia ? Cuman sedikit check list kalo mau beli mobil bekas.
1.
Persiapan berburu mobil bekas
- Pastikan alasan dan tujuan membeli mobil.
Apakah sekadar untuk ngantor,
prestise untuk entertain kolega, untuk mengangkut keluarga atau untuk trek-trekan hahahaha… (need for speed)
- Persiapan budget.
Secara naif, range harga mobil bekas terbagi 3 : dibawah 40 juta, antara 40 juta hingga 90 juta, dan diatas 90 juta. Skema pembayaran dapat secara kas kontan atau di cicil melalui lembaga finansial seperti BCA, BFI, dan lain-lain. Untuk itu, budget keuangan perlu diatur agar pembiayaan tidak terlalu memberatkan ekonomi keluarga. Pos-pos keuangan untuk operasional kendaraan, perawatan dan renovasi mobil bekas perlu memperoleh perhatian serius.
Jangan mudah tergiur dengan kredit murah dan diskon. Perencanaan keuangan yang matang bisa berantakan karenanya. Coba cek dan hitung dulu. Perhitungkan juga faktor-faktor lainnya di depan
- Memilih jenis yang akan diincar :
- Domain Asal
- Tahun
- Model
Domain asal
Di kalangan pengguna, seolah-olah ada kesepakatan bahwasanya mobil bekas bisa dibedakan berdasarkan jenis negara asalnya. Jadi ada mobil jepang, korea, amerika dan eropa. Mobil jepang umumnya memiliki harga jual yang tinggi dibanding mobil non jepang. Depresiasi harga mobil bekas jepang tidaklah terlalu jauh dari harga gressnya. Sedangkan mobil eropa cenderung lebih mudah jatuh harganya di banding mobil jepang. Ini cuman anggapan lhoo.. ![]()
Tahun
Mobil jepang dengan masa pakai dibawah lima tahun di pandang sangat layak jual dan dihargai masih tinggi. Beberapa pendapat menyarankan untuk tidak mengambil mobil yang telah berusia diatas sepuluh tahun, karena pasti akan muncul kebutuhan untuk renovasi mobil. Ini berarti cost.
Ohya, cek juga sudah habis berapa ribu KM. melewati 60000 KM berarti ada banyak part yang harus di cek.
Model
Sesuaikan dengan kebutuhan. Tentunya jangan beli sedan kalo butuhnya mobil kelas bus… hehhee… bercanda euy.. ![]()
- Knowledge
Persiapkan pengetahuan mengenai jenis mobil yang akan ‘dilamar’. Misal berapa pemakaian bensin, 1 liter bensin bisa untuk berapa kilo. Ketersediaan spare part di pasaran, harga perawatan, dll. Ada baiknya menjalin hubungan baik yang akrab dengan beberapa ahli mobil setempat, sekadar sharing informasi. Hubungan baik ini akan sangat berguna saat mengecek mobil bekas yang akan dibeli. Mereka akan
dengan senang hati membantu menilai kondisi kendaraan tersebut. Cost tentunya akan lebih murah. Minimal ada duit rokok lah…. (kalo cuman ini mah, kebangetan banget pelitnya… )
Luangkan waktu untuk mengunjungi banyak dealer, show room atau penawaran lain. Banding-bandingkan. Siapa tahu ada penawaran terbaik.
2.
Saatnya Berburu
- Ajak ahli mobil/mesin yang sudah anda kenal dan dapat dipercaya baik dari sisi teknis maupun personal
- Cek kelengkapan surat-surat dokumen kendaraan.
Tanyakan setiap perubahan yang tertulis disana. Pastikan keaslian dan keabsahannya. Cek juga apakah warna mobil sesuai dengan yang tertulis di BPKB. Bial berbeda, tanyakan sebabnya. Sah-sah aja anda curiga dengan perubahan warna tersebut. Proses cat ulang dengan teknologi bengkel saat ini mampu menutupi semua cacat yang ada. Sekali lagi, cek
dan cek masalah surat-surat ini. Pastikan tak ada masalah di kemudian hari.
- Cek riwayat kendaraaan.
Sangat disarankan membeli kendaraan dari orang yang telah anda kenal dan memiliki karakter merawat mobil yang baik. Yang lebih utama,
tanyakan apakah problem utama kendaraan tersebut, pernah digunakan apa aja, berapa lama… Dan pernah nabrak atau nggak hahahaha…..
) (hayo kalo berani). Eh beneran lho… ini serius. Emang mau beli mobil bekas tabrakan ?
Dengan teknologi perbengkelan saat ini, mobil yang pernah ringsek di hajar trailer pun bisa di sulap kinclong kembali….
)
- Test kendaaraan saat diam dengan mesin menyala.
Apakah ada bunyi-bunyian yang gak seharusnya ? Apakah ada bocoran oli dibawah mobil ? Bagaimana kondisi asap knalpotnya ? Kalo warnanya gelap banget, mungkin ada yang gak beres… (makanya dijual.. hahhaha) ![]()
Jangan lupa cek rpm saat diam, saat AC menyala, saat lampu malam di nyalakan. Biasanya sih, mesin menyala tanpa di gas dan AC dimatikan RPM berkisar 800. Bila dengan AC 1000. Bial dengan lampu harusnya nge-drop dikit, dan mesin gak boleh mati !
- Buka kap mobil.
Lihat bagian dalam kap mobil. Biasanya disana ada kelingan dari pabrik. Kelingan ini harusnya rapi dan konsisten. Bila tidak memiliki ciri-ciri demikian (misal gak konsisten, gak rata atau gak rapi) kemungkinan sudah pernah nabrak dan mengalami renovasi.
- Naikkan mobil dengan satu roda ke tempat yang agak tinggi.
Buka semua pintu, amati. Lalu tutup lagi. Perhatikan, apakah ada yang tidak menutup dengan sempurna ? Bila ada, kemungkinan pernah diganti/nabrak.
- Lihat lapisan bodi mobil.
Apakah cahaya memantul dengan mulus dan sempurna. Tempelkan satu sisi pipi anda di lapisan mobil, perhatikan pantulan cahaya pada permukaan mobil. Ini akan membantu mengecek kemulusan bodi. Kemudian silahkan simpulkan sendiri.
- Cek bagian-bagian yang rawan karat :
talang, antena radio, sisi-sisi jendela, tutup bagasi, sisi-sisi pintu (atas-bawah-samping), tutup bensin, daerah knalpot, as pelk roda, sekitar lampu, bagian bawah spatbor, wiper hujan, bawah karpet mobil, bagasi, spion dan variasi mobil lainnya yang mungkin tidak sama untuk setiap jenisnya.
- Cek juga kondisi hand rem, setir, tuas kopling, serta pedal gas-rem-kopling.
Adakah bunyi-bunyian yang aneh ?
- Cek suspensi mobil.
Goyang mobil ditiap-tiap sisi. Perhatikan gerakan goyangnya, apakah keras atau perlahan. Goyangan yang perlahan dan kemudian stabil ke posisi semula adalah kondisi yang baik. Jangan sungkan untuk naik ke
satu sisi mobil untuk memastikan.
- Cek ban.
Apakah sudah aus, tidak rata ? Ketidakrataan bisa mencerminkan ada
yang gak beres di bagian suspensi (mekaniknya) maupun di bagian roda.
- Minta ijin kepada pemiliknya untuk melakukan test drive.
(Kalo sampe gak boleh, mending tinggal aja. Gak usah beli. Pasti ada yang gak beres tuh !) Asumsi saya sih 2-3 kilo sudah cukup untuk menilai kinerja mobil. Syukur kalo bisa ngetest saat kondisi ekstrem, misal ujan hahahaha….
) Jangan lupa nyalakan AC-tape-wiper dan lampu selama test drive. Perhatikan suara mesin dan RPMnya…. Ajak juga pemilik untuk mendampingi bersama rekan anda yang ahli mobil
- Terakhir,
libatkan ahli mesin rekan anda tersebut dalam proses pemilihan, seleksi dan pengecekan mobil. Penilaian profesional mereka dapat dijadikan landasan keputusan. Semoga sukses.
Ohya dokumen ini hasil pengalaman subyektif saya di lokal Surabaya ditambah beberapa pustaka di internet, googling. Situasi ditempat anda mungkin berbeda. Dokumen ini jauh dari sempurna dan saya pastikan selalu dalam kondisi ‘beta’.
Semua kerusakan akibat penggunaan dokumen ini menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing.
Penulis menolak klaim apapun. Semua masukan dan feedback akan sangat diterima. ![]()
Berbagi :
1 . Comment by buahbusuk — April 13, 2007 @ 9:57 am
I’ll be honor to comment this blog, thanks bro checklist nya sangat bermanfaat…