Ketika Seorang Shakespeare Adalah Produk dari Puisi

 

"Bukan aku yang membentuk puisiku, tapi puisiku yang membentuk aku menjadi seperti ini."
-William Shakespeare-

 

Mencari Sebuah Jalur Baru

 

Ada satu pertanyaan yang masih terus berputar-putar saat memutuskan kembali ngeblog. Bahkan hingga beberapa saat setelahnya, ketika blog baru yang baru mulai berjalan. Ya sebuah pertanyaan mendasar, yang menjadi alasan memulai kembali aktifitas ini. Mengenai arti sebuah blog (bagiku) ?

Apakah sekadar kangen sajakah ? Rindu ingin mengulangi romantisme blogwalking dan posting ? Sekadar terpesona pada awesome posting ? Ajang pelampiasan watak narsis ? Sekadar rindu pada kompetisi posting terbaik ? Atau ..

Mirip seperti kembang api yang sejenak menyala kemudian padam, ada sedikit kekhawatiran akan kembali terulangnya sindrom hiatus. Sebuah alasan yang sangat mendasar dan kokoh, untuk memaknai aktifitas ngeblog. Memang, kontinuitas aktifitas ngeblog sangat bergantung pada kemampuan menjaga ritme, interval dan konsistensi. Dan ngeblog tidak terlepas dari itu semua.

Namun saya rasa itu bukanlah substansi ngeblog yang saya cari. Terpaku pada ritme, interval dan konsistensi ngeblog sering menjebak saya pada blackhole ’sekadar posting’. Hanya sekadar menggugurkan sesuatu yang saya paradigma-kan sebagai sebuah ‘kewajiban’. (Halah… gombal ! sok banget….)

Maka bisa ditebak, tak lama kemudian saya akan mentok pada sebuah pertanyaan tak berujung, apa manfaatnya aktifitas ini buat saya ? Apa manfaatnya meneruskan kegiatan ini ?

Sebaliknya, terpacu pada mutu tanpa memahami substansi aktifitas ngeblog yang dilakukan juga tidak akan banyak membawa manfaat ataupun langgengnya mood ngeblog. Ujung-ujungnya akan kembali pada sebuah pertanyaan tadi, apa sih manfaatnya ?

Sekadar ‘fun’ saja tak cukup. Harus ada nilai manfaat.

Jujurnya saja, saya masih jauh dari tataran menulis untuk memberi informasi bermanfaat bagi orang lain. Knowledge dan wawasan saya masih ecek-ecek. Kalau hanya sekadar sharing info, rasanya bisa. Sekadar yang saya tahu. Tak lebih.

(Fiuh,… mau ngeblog aja repot banget)

***

 

Seorang Shakespeare Dibentuk oleh Puisi.

 

Sebuah email mendarat dengan mulus dalam mailbox saya. Diantaranya untaian kata-katanya berisi kutipan kalimat William Shakespeare, "Bukan aku yang membentuk puisiku, tapi puisiku yang membentuk aku menjadi seperti ini."

 

Shakespeare statue, Taken From Wikipedia, without permit

 

Terus terang, kalimat ini membuat ku sedikit merenung (Did he really say that ? ). (Saya bukan orang sastra dan gak begitu mengenal Shakespeare)

Mencoba membuka-buka kembali arsip posting di masa lalu, saya mendapati sesuatu yang menarik. Ya, saat kilas balik diri ini digelar, dan dibandingkan antara dulu dan sekarang, ternyata ada (r)evolusi(?) cara pandang dan bersikap. Ada proses diri yang secara tak sadar kujalani. Sebagian diantaranya mereduksi hal-hal minus yang ada. Sebagian lagi memperkuat unsur-unsur yang positif. Dan bahkan menambahkannya.

Bila puisi turut andil dalam memproses seorang Shakespeare, maka seharusnya ngeblog pun berperan dalam memproses seorang blogger. Idealnya sih begitu… Ngeblog adalah bagian dari cara (saya) memproses diri menuju arah yang lebih baik.

Kiranya ini jawaban yang saya cari-cari…..(Ribet, eh ?) Dan beberapa blogger lain telah menyadarinya lebih dulu

Sisanya adalah masalah konsistensi dan pembelajaran. Dan ini bagian terbesarnya serta tersulitnya…. hahaha… (ternyata saya masih newbie blogger banget )


Berbagi :
Tambahkan Ketika Seorang Shakespeare Adalah Produk dari Puisi Tambahkan Ketika Seorang Shakespeare Adalah Produk dari Puisi Tambahkan Ketika Seorang Shakespeare Adalah Produk dari Puisi Tambahkan Ketika Seorang Shakespeare Adalah Produk dari Puisi Tambahkan Ketika Seorang Shakespeare Adalah Produk dari Puisi Tambahkan Ketika Seorang Shakespeare Adalah Produk dari Puisi Tambahkan Ketika Seorang Shakespeare Adalah Produk dari Puisi

1 Comment »

The URI to TrackBack this entry is: http://doeljoni.blogsome.com/2006/08/22/ketika-seorang-shakespeare-adalah-produk-dari-puisi/trackback/

  1. 1 . Comment by ahdan — February 1, 2007 @ 11:08 pm

    Gravatar Image   

    Ah kalau itu khan memang harus seperti itu. artinya kita merupakan hasil dari pencitraan kita sendiri




RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.