Week End di Kota Batu
Kota Batu bagi warga Surabaya, adalah Puncak bagi warga Jakarta. Butuh perjuangan Untuk sampai kesana : sabar terhadap macet. Dari Surabaya ke kota Batu, shortcut terdekat adalah harus melalui wilayah humad-made-disaster : Lapindo !
Sudah lama saya tidak kemari. Hawa dingin mengigit nan bersih serta gemericik air yang bening merupakan daya tarik yang membuat saya ingin menghabiskan akhir pekan disini. Mudah ditebak, kota Batu terletak di dataran tinggi, tepatnya di kaki Gunung Panderman, 700-1200 meter diatas permukaan laut, dan sekitar 20 km arah barat kota Malang.
Karena panorama alam dan kesejukan udaranya, kota ini berkembang menjadi kota wisata sejak abad 19. Dulu, banyak meneer Belanda yang pelesir dan menjadikan lokasi ini sebagai tempat peristirahatannya. Sehingga terkenallah julukan "Swiss kecil di Pulau Jawa" (De Klein Switzerland ) bagi kota Batu.
Kini, kota Batu memiliki banyak sekali lokasi tujuan wisata : Wisata Agro, Songgoriti, Selecta, JaTim Park, Wisata Bangunan Kuno, dan lain sebagainya.

Bagaimanapun, segarnya hawa pegunungan yang dingin menggigit selalu menggoda saya untuk kembali
Setelah empat setengah jam menempuh perjalanan, tibalah saya di kota Batu. Masih sama seperti gambar dalam memori saya. Hanya saja sekarang, terlihat lebih banyak kendaraan berlalu lalang, lebih berisik dan air di got sudah tidak sejernih dulu lagi.
Saya sedikit kecewa dan sedih.
dan khawatir..
bahwa scene kota Batu yang begitu menggoda akan tercabut dari memori saya, entah suatu hari nanti.
Semoga kota Batu dapat tetap terjaga, kenyamanan dan keasrian kotanya.
Berbagi :
1 . Comment by aRuL — April 7, 2008 @ 1:47 am
wah dah lama ndak ke malang,
pengen banget lagi ke sana.
terakhir ke songgoritinya wuih dingin
2 . Comment by tehaha — April 7, 2008 @ 9:23 am
wah, batu lagi disorot tentang masalah penggembokan celana dalam itu mas..
pengen kesana..
soalnya belum pernah..
3 . Comment by Hedi — April 7, 2008 @ 1:40 pm
Batu lho saiki banjir nek udan
4 . Comment by dudi — April 7, 2008 @ 1:43 pm
wanjriiiit…. iki mesti sengojo gawe ngompor-ngompori aku! >
arrrgghhhh….
malang dan batu. dua kota yang selalu ngangenin buat saya
5 . Comment by Indra Wahyudi — April 7, 2008 @ 1:45 pm
Hiks … ngiks …
Nggarai pingin moleh ae …
6 . Comment by gagahput3ra — April 8, 2008 @ 7:12 am
Dari fotonya kyknya mang bener dingin ya hawanya….
7 . Comment by dadan — April 8, 2008 @ 8:26 am
@aRuL
terakhir kesana waktu masih nyekek leher gitar… “Puncak Abadi Para Dewa”
@tehaha
digembok ? busyet…
@Hedi
gak heran suroboyo cembeng
@dudi&Indra Wahyudi
wakakakak….
rindu-dendam emang pahit tapi indah
Kalo dah pada balik kontak-kontak ya..
@gagahput3ra
he-eh.. pelipur penatnya hidup di kota yang sumpek
8 . Comment by agus rest — April 8, 2008 @ 11:28 am
mestinya EW kita dipindah disitu yahh dan,dijamin ga ada kekerasan :mrgreen:
9 . Comment by raizamn — April 12, 2008 @ 2:46 pm
Ah.. Kota Batu kampung halaman…
Itu foto lama atau baru sih? Apa itu alun2? Kok kayanya ga familiar :p (padahal kampung halaman hehe)
10 . Comment by dadan — April 12, 2008 @ 9:33 pm
@agus rest
Iyo cak
@raizamn
Foto baru.
Iya kalo gak, disebut begitu.
11 . Comment by devie — April 16, 2008 @ 9:42 am
lewat mana kang? porong? coba sekali kali ke batu lewat mojosari - pacet - cangar - batu.
12 . Comment by AWP — August 13, 2008 @ 6:27 pm
wah mbatu saiki nggak koyo mbatu jamanku
sing penting skak yos sudarso nggak pindah nggak masalah.
alumni smak 1980/1