Dialog Blogger dengan Roy
Sebuah liputan yang bagus sekali mengenai acara Dialog Blogger dengan Roy [link 1, link 2, link 3]. Sebuah ikhtiar yang harus kita acungi jempol. Salut buat para pemrakarsanya (Riyogarta, Abimanyu, Universitas Budi Luhur, Universitas Bina Nusantara)serta segenap rekan-rekan blogger yang hadir, dan .. oh iya.. Roy, tentu saja!.
Ekspektasi saya, akan terjadi klarifikasi mengenai dikotomi blogger negatif dan positif. Suatu dikotomi tidak perlu ada.
Namun membaca liputan rekan-rekan blogger, saya menangkap hal lain yang agak mengecewakan :
- 1. Akar masalah belum tuntas. Menurut mas Wibi (Mas Wibi, saya catut ya), akar masalah adalah perseteruan antara Roy dengan Eko dan Priyadi. Roy kurang berkenan menerima kritikan dari Eko dan Priyadi. Walaupun menurut hemat saya, kritikan Eko dan Priyadi secara umum adalah logis dan masuk akal (Silahkan baca di blog pribadi mereka dan http://bloggerdanhacker.wordpress.com).
- 2. Secara umum argumentasi dasar Roy adalah pers yang salah dalam mengutip pernyataanya. Wah, salah kutip koq terjadi secara massal Roy ? Dan lagi, dengan menyalahkan pihak lain, bukankah ini berari membuka account seteru baru, Roy dan pers ?
Permasalahan di point 1 yang telah melebar hingga membawa-bawa nama blogger (sebagai sebuah entitas yang dipaksakan, distigma, digeneralisasi : positif dan negatif). Hingga akhirnya menutup nilai positif dari budaya blogging yang notebene adalah bagian dari budaya menulis yang mencerdaskan.
Point 2, sepertinya membuka masalah baru dengan pers. Wah, saya ndak kebayang deh. Semoga tak perlu terjadi, semoga rekan-rekan pers dapat cukup mafhum akan komentar Roy.
***
Sepertinya koq pusat lingkarannya masih di seputar diri anda Roy ?
Roy, pesan cinta saya, mohon berubahlah menjadi lebih baik. Adalah pilihan anda untuk tetap melaju berkarir dengan title pakar IT. Namun mohon lengkapilah substansi dari sebuah pakar : akurat dan mahir. Hentikan komentar asbun, ambil title IT yang mumpuni dan create sebuah prestasi yang bermanfaat buat IT Indonesia. (Sorry, kali ini saya langsung ke sasaran)
Alternatif lain, belajarlah dari masukan ‘pencinta’ anda.
Berbagi :
1 . Comment by yolanda — April 12, 2008 @ 11:49 pm
ini namanya ‘balada si roy’….
2 . Comment by sufehmi — April 13, 2008 @ 1:27 pm
Coming soon : Catatan si Roy.
.
Produced by MD enterteinmanet.
.
Hihihi…
3 . Comment by dadan — April 13, 2008 @ 7:48 pm
@yolanda&sufehmi
wakakakakakaka……
4 . Comment by rezco — April 13, 2008 @ 9:00 pm
soal point 2:
apakah pers gak mau ngutip RS lagi? bisa jadi iya. wartawan biasanya ga percaya lg sama narasumber yg no capable. tapi ga tau jg, kalo medianya emang suka berita sensasi :mrgreen:
5 . Comment by dadan — April 14, 2008 @ 8:42 pm
@rezco
infotaintment maksud anda, bos ?
6 . Comment by Rio Octaviano — April 16, 2008 @ 1:53 pm
say juga buat komen tuh di http://digitalmbul.com/blogs/2008/04/11/316/ hehehehee