Taxi-taxian Warna Biru
Pertamakali melihat banyaknya taxi yang mirip BlueBird di Jakarta, saya nyengir lebar. "Koq bisa-bisanya kompak make warna biru ? Emang gak doyan warna lain apa ? Misalnya putih-mangkak-kembang-kembang-berenda-renda gitu …"
Hehehe,.. ternyata strategi mimikri kayak gini masih laku dipakai.
Tak disangka, ternyata saya termasuk diantara sekian banyak orang (udik nan dungu) yang bakal termakan trik tersebut. Senin sore kemaren, karena hujan saya salah memilih taksi biru. Dari jauh memang mirip BlueBird. Ternyata bukan. Setelah taxi tersebut mendekat, baru saya kecewa.
Kepalang basah, sekaligus kasihan dengan Pak Supir yang sudah bela-belain minggir, saya pun memutuskan untuk menggunakan jasanya.
Posisi saat itu di Abdul Muis. Dan lokasi yang dituju adalah JDC. Terus terang saya tak tahu, berapa jauhnya kedua tempat tersebut. Jalur apa yang harus dipilih dan gimana agar tidak tertipu
Arsip memori saya mengatakan, bahwa jalur yang saat itu dipilih adalah Tanah Abang. Dan kondisinya macet berat. Mungkin karena habis hujan ya ? Singkat cerita, satu jam lebih sedikit saya tiba di JDC.
Saat itu tak ada pikiran lain. Maklum load pikiran sedang full. Beberapa hari ini lembur dan terpaksa berpindah-pindah kota.
***
Selasa sore, pada jam yang sama, posisi bertolak yang sama dan tujuan yang sama pula. Dan kali ini saya numpang ‘the real’ taxi BlueBird. Bukan abal-abal-mimikri-bunglon biru. Dari Abdul Muis ke JDC hanya butuh waktu dua puluh lima menit. Tidak melewati Tanah Abang, namun Jalan Raya Besar (Sudirman?). Lempeng dan lancar. Ongkosnyapun cuman delapan belas ribu rupiah. Bandingin sama yang kemaren: mana ujyan, udah macet, gak ada ojyeck,… bechyeck…. Lagian kenapa harus ngambil jalur Tanah Abang sih ???
Busyet…jangan tanya berapa ongkos taxi kemaren hahaha… Malu nih!
PS: Emang harusnya lewat mana sih ?
Berbagi :
1 . Comment by naga — April 15, 2008 @ 9:33 pm
wow…emang bahaya tuh taxi2 palsu tsb. Apalagi ditambah situasi ujan, kitanya akhirnya pasrah dan males/susah milih2 taxi yg bluebird beneran…Paling enek ditipu dan ga bisa apa2…ya udah..lain kali kalo salah pilih, bilang aja ga jadi..drpada ketipu lagi.
2 . Comment by KIP! — April 15, 2008 @ 9:56 pm
biru memang yahud..!! lho..? haha.. *plak!!*
3 . Comment by nita — April 15, 2008 @ 11:23 pm
kata orang warna biru melambangkan kepercayaan dan perdamaian. kalo taxi bluebird luar dalam biru tulen. kalo taksi lain cuma luarnya aja yg biru, dalamnya ndak ketauan
4 . Comment by Epat — April 16, 2008 @ 3:18 am
kata orang-orang, taxi “biru” itu dibilangnya blue bird malam :-D
btw, piye kabare sam?
5 . Comment by kw — April 16, 2008 @ 6:49 am
ya begitulah, mereka hanya mendapatkan penumpang dari orang-orang yang “terjebak” hehhe…
saya pilih naik yang warna putih yang pakaitarif lama, itu pun kalau tengah malam
6 . Comment by snydez — April 16, 2008 @ 8:01 am
tergantung waktu dan cuaca, jakarta sudah diprediksi lalu lintasnya,
secara peta, deketan tanah abang, kalo sudirman kuririlingan.
tapi ya itu tergantung jam dan cuaca,
kalo jam 3in1 emang paling pol lewat sudirman,
7 . Comment by jalansutera — April 16, 2008 @ 8:50 am
berhati-hatilah memilih taxi. kalo memang waktu masih memungkinkan, lebih baik pesan dahulu. pilih taxi yang punya kredibilitas. tentukan juga rute yang akan dilewati. tanya orang yang paham jalanan jakarta.
8 . Comment by devie — April 16, 2008 @ 10:49 am
mending telpun dulu kang. paling lama nunggu taksi blue bird kalo di SBY area mah 30 menit. itupun dah apes banget.
di SBY, sebagian blue bird dah pake logo “blue bird” ndak pake logo telur mau pecah itu lagi.
)
*)ya ya ya, yang dibahas diatas di JKT.
9 . Comment by dadan — April 16, 2008 @ 7:46 pm
@all
thx ya semuanya
10 . Comment by hanggadamai — April 17, 2008 @ 12:01 pm
ketepu ma sopir taksi ya..
11 . Comment by budiw — April 19, 2008 @ 7:07 pm
pas bertugas di jakarta, saya biasanya pake taxi … duh sori, lupa namanya. yang pasti putih..