Horta, Desi dan April Mop (2)
Nyambung dari tulisan sebelumnya, firasat Ndoro Kakung dan Jeng Nita akhirnya terbukti juga. Memang seharusnya tuduhan Horta terhadap Desi Anwar sama sekali tidak berdasar. Karena Desi Fitriani-lah wartawati senior metroTV yang selama ini aktif berhubungan dengan pimpinan Pemberontak Mayor Alfredo (Jawa Pos, Kamis 1 Mei 2008 "Desi Fitrani, Sang Wartawati Konflik Timor Leste, dan Polemik Horta" ).
Menanggapi tuduhan tersebut, Desi Anwar dan MetroTV berencana mensomasi Horta agar mencabut tuduhan tersebut. Bila ini tidak dilaksanakan, somasi ini akan berlanjut dengan pengajuan ke pengadilan di Timor Leste. (Media Indonesia, Selasa 29 April 2008, MetroTV Somasi Horta)
Akhirnya, sang PM Xanana yang ‘harus repot untuk cuci piring’ atas tuduhan Horta tersebut.
Hmm,.. seorang Presiden, yang menebar tuduhan palsu, mana Penerima Nobel Perdamaian lagi… Dan akhirnya bikin susah orang lain… Benar-benar aneh..
Bagaimana menurut rekans ?
Berbagi :
1 . Comment by budiw — May 1, 2008 @ 8:25 pm
Ha.. salah kutip? atau salah informasi dari badan intelejen timor?
2 . Comment by Vavai — May 2, 2008 @ 8:49 am
Mestinya si Horta yang minta maaf. Dengan mewakilkan pada Xanana, itu menurunkan martabat Horta dan Xanana sekaligus.
Horta jadi dianggap pengecut dan Xanana hanya sebagai tukang cuci piring rekannya.
Padahal, andaikata Horta mau minta maaf langsung, reputasinya akan lebih terjaga.
3 . Comment by Dedhi — May 2, 2008 @ 11:40 am
Ternyata presiden yang demen ngebodor gak cuman Gus Dur dan George W Bush. Horta juga. Bener pendapat Vavai, yg cuci piring Xanana malah bikin makin terpuruk deh.. mana alasannya Presiden lagi stress makanya omongannya ngawur…duh itu apa gak diajarin berdiplomasi ala negarawan apa yah?
4 . Comment by dadan — May 2, 2008 @ 12:52 pm
@budiw
iya brur, salah kutip dan salah informasi, bukankah keduanya seperti justifikasi untuk lari dari tanggungjawab ?
@vavai
memang akan lebih baik bila Horta yang meminta maaf, lebih jantan dan elegan
@Dedhi
side effect penembakan kali, Bos
5 . Comment by Rio Octaviano — May 2, 2008 @ 1:20 pm
berita ini coba gue ikutin…tapi ya aneh…seorang Presiden bisa berbicara (menuduh) tanpa adanya peradilan terlebih dahulu…
6 . Comment by lovesomatic — May 2, 2008 @ 3:18 pm
yahh barangkali itu lah kemampuan para pemimpin dalam sbuah pertunjukan drama tingkat tinggi, jd g sabar nunggu klanjutannya :mrgreen:
7 . Comment by devie — May 2, 2008 @ 3:58 pm
kalo nuduh kang dadan malah ndak beralasan lagi kayaknya.
8 . Comment by mybenjeng — May 2, 2008 @ 4:01 pm
kok ketukar sekalian sama Desi Ratnasari.
walah, gak profesional blas…
9 . Comment by Andra — May 2, 2008 @ 8:34 pm
maklumlah masih newbie,
maksudnya cari sensasi,
eh malah menjatuhkan harga diri.
~lohKomentarGwKokJadiKayakPuisi
10 . Comment by warmorning — May 6, 2008 @ 8:33 am
i hate horta at all !! presiden ko maen gosip, aneh..
11 . Comment by farhan — May 7, 2008 @ 11:04 pm
Seorang presiden tentu harus bertanggungjawab atas apa yang pernah dikatakannya, apalagi ini menyangkut tentang nama baik seseorang. Menurut saya, apa yang dilakukan oleh presiden Horta tidak layak dipublikasikan. Dengan kata lain, seharusnya Presiden Horta harus benar-benar memiliki fakta yang kuat. Sekarang, faktanya tidak ada. Malah PM Xanana yang harus cuci piring. Seharusnya, Presiden Horta sendiri yang harus meminya maaf dan mengadakan jumpa pers atas kesalahannya tersebut. Dengan mengatasnamakan negara Timor Leste tentunya. Betul tidak???? :p