Saat hujan pertama turun
Bermula dari turunnya hujan segar di malang, yang merubah suasana garing menjadi suejuk dan menyegarkan. Nuansa alam mendadak terasa begitu romantis.
Dan kemudian membuatku "terbius dekapan mesra aroma Dji Sam Soe dan dinginnya hujan kota Malang, ditemani semerbak wangi tanah yang basah tersiram hujan.."
Pikiran melayang ke kota kelahiran, Surabaya.
Gimana ya Surabaya ? Ah, jadi ingin merasakan Curahan Hujan Untuk Kota Surabaya.
Ya.. bagiku, hujan memang romantis sekaligus mellow.
Namun saat teringat bila Surabaya selalu mati lampu dan banjir, sesaat setelah hujan pertama turun. Rasanya koq pengen … ![]()
Apalagi saat eneng ini bilang "surabaya dingin… yak, surabaya hujan!!! tapi listriknya pada mati "
Hehe.. Jadi teringat "film action yang di dubbing dengan bahasa Suroboyoan"
Jadi, demikianlah ceritanya.
. Mengingatkan saya akan dua buah film lama. Film indie pendek mengenai grammar Suroboyoan [ Ep. 1 disini dan Ep. 2 disini ]dari wak ikin, studio gatotkaca.
(Warning : Khusus buat dewasa dan berpotensi menyebabkan disorientasi lambe
)
Berbagi :
1 . Comment by aRuL — October 9, 2008 @ 8:56 am
wah mas… sekarang, blog mengambil berita dari plurk nih.. hebat banget.
padahal koran2 dan emdia lain sudah mengambil berita ke blog dong..
wah bentar lagi plurk makin mantap aja
2 . Comment by Dimas — October 9, 2008 @ 9:10 am
Surabaya langsung mati lampu. Gak cuma Surabaya. Juga sekitarnya, Gresik, Sidoarjo, Krian.
3 . Comment by joko supriyanto — October 9, 2008 @ 4:27 pm
dan langsung banjir kan cak ?
4 . Comment by reza — October 9, 2008 @ 7:54 pm
bila hujan ngeblog makin segar
5 . Comment by angin-berbisik — October 9, 2008 @ 11:13 pm
cak pi’i jo lali
6 . Comment by Epat — October 10, 2008 @ 4:20 pm
suroboyo! masio ngoyo tapi yo ngangeni…
hehehe