Son Go Kou

Konon dalam kisah tersebut, Son Go Kou, adalah bangsa saiya. Bangsa yang memiliki budaya tempur sepanjang sejarahnya. Diceritakan, bahwa aslinya, Son Go Kou memiliki nama Kakarotto. Dia bukanlah berasal dari kaum elite - bangsawan - di planetnya. Ini membuat nasibnya gak semujur Vegeta, musuh sebangsa yang pada akhirnya menjadi ‘keluarga’ bumi Son Go Kou. Cerita berjalan. Walau pada awalnya memiliki kemampuan pas-pasan, namun dengan ketekunannya berjuang, ia berhasil melampaui keterbatasannya.

Serunya lagi,… kalo abis KO terus bangkit lagi dengan kekuatan berlipat-lipat. Hahahaha… kaaaaameeeehameeehaaa…. !!!

Sedikit saya pikir-pikir,.. wah,.. kisah Dragonball itu bisa menjadi sebuah pendekatan yang sederhana tentang isi pelajaran Adversity Quotient. Buku yang membahas tentang kemampuan seseorang menghadapi masalah dan tantangan.

(more…)


Berbagi :
Tambahkan Son Go Kou Tambahkan Son Go Kou Tambahkan Son Go Kou Tambahkan Son Go Kou Tambahkan Son Go Kou Tambahkan Son Go Kou Tambahkan Son Go Kou

Kisah Maya menjadi Archana

 

"..Seseorang pernah berkata padaku, ada dua jenis orang. Yang pertama akan bangun dengan berkata `Selamat pagi, Tuhan`. Sedang satunya akan berkata `Oh Tuhan, sudah pagi…`. Dan aku berdoa agar aku termasuk yang pertama…"

"..Banyak orang yang sudah kaya dan sukses merasa bingung dan kesepian. Setelah sukses mau apa lagi ? Demikianlah, karena paradigma yang dianut berakhir pada kesuksesan materi. Mereka merasa telah mencapai akhir perjalanan hidupnya. So, untuk melanjutkan hidup kau harus percaya pada sesuatu yang tak terjangkau, sesuatu yang ingin selalu kau gapai namun takkan pernah tercapai hingga hidup berakhir. Dan itulah Tuhan. Karena itu jangan terjebak dengan konsep-konsep dan logika manusia tentang Tuhan, karena kau akan terjebak dalam menafikkanNya. Keep God Mysterious. God is the ultimate mysteri…"

"..Di barat aku bertemu dengan paradigma yang sangat mementingkan `I`. Tapi ternyata tidak. Aku adalah `nothing`. I am nothing. Aku adalah biasa saja. Sebiasa-biasanya pemain sinetron tenar maupun pengemis tak terkenal. Atribut-atribut di luar bisa menentukan posisiku dalam masyarakat, namun takkan bisa merubah jatidiriku. Kelebihan dan kekuranganku tak akan pula merubah jatidiriku. Ini sangat jauh dengan paradigma barat yang sangat memperhatikan atribut-atribut demikian. Jiwa manusia sangat beragam dan tidak dapat diseragamkan. Sementara ilmu psikologi barat ingin menyeragamkan manusia. Manusia dikelompokkan menjadi sekian jenis, berdasarkan penelitan, eksperiment dan teori. Menurutku ini salah…"

(more…)


Berbagi :
Tambahkan Kisah Maya menjadi Archana Tambahkan Kisah Maya menjadi Archana Tambahkan Kisah Maya menjadi Archana Tambahkan Kisah Maya menjadi Archana Tambahkan Kisah Maya menjadi Archana Tambahkan Kisah Maya menjadi Archana Tambahkan Kisah Maya menjadi Archana