Sharing Kisah Berobat Kanker

Posting saya mengenai kanker adalah posting lama yang banyak menuai komentar. Juga pertanyaan via japri. Bahkan hingga kini. Dan belum sempat saya balas. Saya mohon maaf, dikarenakan kesibukan (dan karena medis bukanlah bidang saya), belum banyak yang sanggup saya balas.

Kali ini saya ingin menulis tentang respon saya terhadap feedback dari Elyani :


…Masih sama dengan pertanyaan saya melalui blog Mas, apakah boleh tau terapi herbal macam apa yg Ibu Mas konsumsi, bisa didapat dimana, dan apakah Ibu menggabungkan terapi yg disarankan dokter dengan pengobatan herbal?

Teman saya benar2 dalam keadaan putus asa dan merasa terpukul dengan kenyataan yg dia hadapi sekarang. Saya berusaha sekuatnya untuk memberi dukungan moril dan mencari tau tentang penyakitnya dan berharap pengalaman orang lain mungkin bermanfaat bagi dirinya. Saya tidak tau apakah pengobatan kanker A dan kanker B atau kanker C sama saja, karena hal ini juga baru bagi diri saya…

 

Elyani, terimakasih atas kesediaannya menyambung silahturahmi. Mohon maaf baru sekarang ini berkesempatan membalas email anda.

Ada banyak terapi alternatif (herbal) yang dilakukan oleh ibunda saya. Dan kesemuanya di pandu oleh ahlinya masing-masing.Ada yang bertujuan untuk mengurangi efek kanker, memperkuat stamina tubuh dan bahkan melindungi organ-organ fital tubuh dari efek samping kemoterapi.

(more…)


Berbagi :
Tambahkan Sharing Kisah Berobat Kanker Tambahkan Sharing Kisah Berobat Kanker Tambahkan Sharing Kisah Berobat Kanker Tambahkan Sharing Kisah Berobat Kanker Tambahkan Sharing Kisah Berobat Kanker Tambahkan Sharing Kisah Berobat Kanker Tambahkan Sharing Kisah Berobat Kanker

Sembuh Dari Kanker

 

Apa yang bisa terucap lagi, melainkan rasa syukur yang mendalam atas kesembuhan bunda dari derita kanker payudaranya. Alhamdulilah Ya Rabb…

Menurut dokter, dari cek darah terakhir, dapat disimpulkan tubuh bunda bersih dari kanker. Ini berita yang baik sekali (Apalagi setelah mendengar akhir yang berbeda yang dialami sesama pasien lain).

Sepuluh tahun yang lalu bunda menjalani operasi pengangkatan kanker tenggorokan.

Entah darimana datangnya, tiba-tiba kanker tersebut telah bersarang dan harus segera dioperasi.

Operasi berhasil. Sayangnya setelah itu, rutinitas cek darah tidak dilakukan sama sekali. Hingga tiba-tiba, delapan tahun kemudian beliau terdeteksi tengah berhadapan dengan kanker payudara. Sudah mencapai stadium 4 ! Sepertinya, sisa-sisa kanker yang dulu menyebar dan berkembang biak.

Kami sekeluarga sangat shock mendengarnya.

(more…)


Berbagi :
Tambahkan Sembuh Dari Kanker Tambahkan Sembuh Dari Kanker Tambahkan Sembuh Dari Kanker Tambahkan Sembuh Dari Kanker Tambahkan Sembuh Dari Kanker Tambahkan Sembuh Dari Kanker Tambahkan Sembuh Dari Kanker

Kanker Payudara

 

Kanker payudara menduduki peringkat kedua setelah kanker leher rahim di antara kanker yang menyerang wanita Indonesia. Akan tetapi Kanker payudara ternyata bukan monopoli kaum wanita. Kaum pria pun bisa mengalaminya. Meski angkanya relatif kecil yakni hanya sekitar 1%. Kanker payudara pada pria harus diwaspadai sejak dini karena bisa mengakibatkan kematian sebagaimana yang terjadi pada wanita. Insiden kanker payudara pada dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan meningkat. Di Indonesia kanker payudara menduduki tempat kedua dari sepuluh terbanyak setelah kanker mulut rahim di tempat pertama

Penyebab

Dapat dicatat bahwa faktor penyebab kanker payudara sampai saat ini belum diketahui pasti, namun dapat dicatat pula bahwa penyebab itu sangat mungkin multifaktorial yang saling mempengaruhi satu sama lain, taitu :

  • Faktor genetika
  • Pengaruh hormon
  • Virogen atau faktor virus
  • Pola makan -Terutama makanan yang banyak mengandung lemak
  • Pengaruh radiasi didaerah dada

Biasanya penderita mengeluh adanya benjolan di payudara, rasa sakit di payudara, cairan dari putting susu, adanya eksim di sekitar areola putting susu, adanya ulserasi atau borok di daerah payudara, pembesaran kelenjar getah bening atau sekelan di daerah ketiak. Sel kanker payudara yang pertama dapat tumbuh menjadi tumor sebesar 1 cm dalam waktu 8-12 tahun. Sel kanker tersebut diam pada kelenjar payudara. Sel-sel kanker payudara ini dapat menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh. Kapan penyebaran itu berlangsung, kita tidak tahu. Sel kanker payudara dapat bersembunyi di dalam tubuh kita selama bertahun-tahun tanpa kita ketahui, dan tiba-tiba aktif menjadi tumor ganas atau kanker.

Umumnya wanita dengan faktor-faktor sebagai berikut memliki resiko terkena kanker payudara:
(more…)


Berbagi :
Tambahkan Kanker Payudara Tambahkan Kanker Payudara Tambahkan Kanker Payudara Tambahkan Kanker Payudara Tambahkan Kanker Payudara Tambahkan Kanker Payudara Tambahkan Kanker Payudara

Kemoterapi

 

Kanker merupakan salah satu jenis penyakit yang banyak menyebabkan kematian dan dapat terjadi pada manusia dari semua kelompok usia dan ras. Kanker timbul karena terjadi mutasi pada sel normal oleh pengaruh radiasi, virus, hormon dan bahan kimia karsinogen. Sifat sel kanker berbeda dari sel tubuh normal karena mitosis sel kanker lebih cepat, tidak normal dan tidak terkendali. Terapi kanker bertujuan untuk mengontrol pertumbuhan atau mematikan sel kanker tanpa mengganggu kelangsungan hidup dan fungsi sel sehat.

Penderitaan pasien kanker hanya sebagian kecil saja disebabkan desakan kanker pada jaringan atau organ tubuh yang tertekan oleh kanker tersebut. Hampir seluruh gejala penderitaan pada pasien kanker sebenarnya disebab-kan racun-racun yang dikeluarkan kanker. Baru pada stadium lanjut muncul gejala akibat desakan kanker. Inilah yang membuat penderita kanker selalu terlambat berobat. Kanker pada anak biasanya sangat sulit dideteksi dari awal dibandingkan pada orang dewasa. Hal ini terjadi karena anak-anak cenderung diam dan tidak mengeluh jika tidak mengalami sakit yang terlalu berarti. Akibat kanker pada anak sulit terdeteksi, maka tak heran bila anak-anak yang mengalami perawatan di rumah sakit, sudah pada stadium lanjut.

Selama ini, ada tiga pendekatan yang sering ditempuh dalam terapi kanker, yaitu operasi bedah, kemoterapi, dan radioterapi. Masing-masing metode memiliki kelebihan, keterbatasan, dan kekurangan. Umumnya masyarakat berpikir bahwa pengobatan kanker hanya dengan cara menghilangkan kanker dengan pembedahan (operasi), penyinaran (radioterapi) atau dengan obat-obatan antikanker (kemoterapi). Dengan tindakan ini memang kanker bisa sembuh bila kanker hilang atau penyakit berkurang bila kanker mengecil. Namun 90 persen penderita kanker meninggal karena infeksi, dan penyebab lainnya adalah trombosis (penyumbatan pembuluh darah).

Operasi bedah merupakan pilihan efektif untuk tipe kanker yang tidak terikat erat pada jaringan tubuh lainnya, serta sel-sel kankernya terbungkus dalam satu kesatuan. Namun, teknik pembedahan ini menjadi kurang menguntungkan pada jenis kanker terbuka, karena dapat meninggalkan sisa-sisa sel kanker yang dapat tumbuh kembali di kemudian hari. Teknik operasi bedah juga tidak dapat digunakan untuk jenis kanker yang sudah bermetastasis.

Pada awalnya, kanker adalah sel hidup yang tumbuh dengan mem-belah diri secara normal, sampai pada suatu saat sel tersebut mengalami perubahan. Sel tersebut akan tumbuh dan membelah diri secara tidak terkontrol dan dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain. Kemoterapi dapat membunuh sel-sel kanker yang sedang berkembang. Untuk beberapa bentuk sel kanker, mungkin diperlukan lebih dari satu pengobatan.

Metode kemoterapi dilakukan dengan cara memberikan obat dalam bentuk senyawa kimia untuk membunuh sel-sel kanker dalam tubuh pasien. Kemoterapi dapat diberikan melalui mulut atau injeksi, kadang-kadang dapat juga langsung pada bagian tubuh yang terkena kanker. Kebanyakan kemoterapi diberikan secara infus melalui pembuluh darah vena.

Metode kemoterapi ini cukup dapat diandalkan untuk terapi anak sebar kanker, misalnya kanker payudara yang sudah menyebar ke paru-paru. Dalam kasus seperti ini, perlakuan kemoterapi merupakan satu-satunya pilihan. Obat dapat diberikan melalui suntikan atau dimakan sehingga masuk aliran darah dan mengejar sel-sel kanker. Kemoterapi pada pengobatan kanker payudara dapat diberikan untuk tujuan yang berbeda. Pada di mana stadium penyakitnya masih awal, kemoterapi diberikan sebagai ‘tambahan’ (bukan obat primer/utama) dari pengobatan operasi dan penyinaran. Tujuannya adalah untuk mematikan sisa sel-sel kanker yang mungkin sudah beredar di dalam tubuh yang tidak terdeteksi oleh pemeriksaan. Jadi, tujuannya untuk mencegah kekambuhan. Pada stadium yang lanjut, kemoterapi diberikan sebagai terapi utama.

Tujuan lain dari kemoterapi adalah untuk menghilangkan gejala-gejala yang timbul akibat kanker, memperbaiki kualitas hidup, menghambat progresivitas tumor, dan memperpanjang masa ketahanan hidup. Kemoterapi pada kanker payudara juga dapat diberikan sebelum operasi. Biasanya dilakukan pada pasien yang tumornya masih berlokasi di payudara saja, belum menyebar jauh, namun ukurannya terlalu besar. Tujuannya adalah untuk memperkecil ukuran tumor sehingga menjadi layak dioperasi.

Namun, teknik kemoterapi di samping membunuh sel-sel kanker juga dapat mengakibatkan rusaknya sel-sel normal yang kebetulan menyerap obat tersebut. Efek samping pengobatan ini cukup berat, misalnya mual, muntah, rambut rontok, dan lain-lain.

Dilatah dari :

Tuhan, mudahkan Bunda saya yang akan menjalaninya. Jadikan ini bagi jalan kesembuhannya… Amiiinn

Update : Sembuh !


Berbagi :
Tambahkan Kemoterapi Tambahkan Kemoterapi Tambahkan Kemoterapi Tambahkan Kemoterapi Tambahkan Kemoterapi Tambahkan Kemoterapi Tambahkan Kemoterapi