Sebuah Kontribusi Bagi Masyarakat
Saya percaya bahwa siapapun dapat menemukan caranya sendiri untuk memberikan kontribusi bagi negerinya, asal serius. Misalnya Romi Satrio Wahono dengan ilmukomputer-nya, ibu Sri Mumpuni dengan listrik swadayanya, Suster apung dengan perjuangannya sebagai suster di lautan lepas, Dudi Gurnadi dengan linux roadshownya, Didit Hape dengan komunitas alang-alangnya, Vavai dengan komunitas linuxnya, Prof. Yo dengan TOFI-nya, dan masih banyak lagi.
Ditengah carut-marutnya kondisi bangsa, justru banyak bertebaran ladang-ladang pengabdian yang dapat kita garap. Tinggal kita pilih, mana yang mampu kita kerjakan.
Berbincang-bincang dengan beberapa rekan aktifis pengembangan diri, saya surprise dengan kejutan yang mereka bawa pada Hari Kebangkitan Nasional kali ini. Ya, sebuah pelatihan pengembangan diri yang murah-meriah karena ditujukan untuk masyarakat umum.
Saya masih ingat, dulu kantor lama saya mengeluarkan biaya puluhan juta untuk sebuah pelatihan pengembangan diri bagi beberapa orang manager madyanya. Katakanlah sekarang harga komersil pelatihan seperti itu adalah sebesar 1,5 juta rupiah. Sebuah jumlah yang terlalu mewah untuk ukuran masyarakat biasa seperti kita. Namun bagaimana bila didiscount hingga 90% nya ?
Karyawan baru hingga enginer kere seperti saya masih sanggup mengikutinya. Dengan sedikit berkorban menghemat pengeluaran biaya rokok, pulsa telepon dan BBM, rasanya tak terlalu berat mengeluarkan 150 ribu perak untuk sebuah pendidikan.
(more…)
Berbagi :