Horta, Desi dan April Mop (2)

Nyambung dari tulisan sebelumnya, firasat Ndoro Kakung dan Jeng Nita akhirnya terbukti juga. Memang seharusnya tuduhan Horta terhadap Desi Anwar sama sekali tidak berdasar. Karena Desi Fitriani-lah wartawati senior metroTV yang selama ini aktif berhubungan dengan pimpinan Pemberontak Mayor Alfredo (Jawa Pos, Kamis 1 Mei 2008 "Desi Fitrani, Sang Wartawati Konflik Timor Leste, dan Polemik Horta" ).

Menanggapi tuduhan tersebut, Desi Anwar dan MetroTV berencana mensomasi Horta agar mencabut tuduhan tersebut. Bila ini tidak dilaksanakan, somasi ini akan berlanjut dengan pengajuan ke pengadilan di Timor Leste. (Media Indonesia, Selasa 29 April 2008, MetroTV Somasi Horta)

Akhirnya, sang PM Xanana yang ‘harus repot untuk cuci piring’ atas tuduhan Horta tersebut.

Hmm,.. seorang Presiden, yang menebar tuduhan palsu, mana Penerima Nobel Perdamaian lagi… Dan akhirnya bikin susah orang lain… Benar-benar aneh.. emoticon

Bagaimana menurut rekans ?


Berbagi :
Tambahkan Horta, Desi dan April Mop (2) Tambahkan Horta, Desi dan April Mop (2) Tambahkan Horta, Desi dan April Mop (2) Tambahkan Horta, Desi dan April Mop (2) Tambahkan Horta, Desi dan April Mop (2) Tambahkan Horta, Desi dan April Mop (2) Tambahkan Horta, Desi dan April Mop (2)

Presiden : Lawan Spekulan Tanah !

Hari Minggu ini adalah waktu peresmian Tol Simpang Susun Waru-Juanda. Tol yang membelah komplek perumahan saya menjadi dua bagian (bukan main bukan?). Jadi saya cukup tertarik mengikuti beritanya, terutama karena hilangnya fasilitas publik milik warga sekitar. "Kira-kira hasil apa ya, yang bakal diperoleh dari pengorbanan warga sekitar ?", demikian motif saya.

Tol tersebut Presiden sendiri yang meresmikannya. Diantara sambutan yang beliau sampaikan, ada yang menarik untuk saya catat :

    1. Proyek pembangunan infrastuktur seringkali digerogoti spekulan tanah.
    2. Spekulan tanah bersekongkol jahat dengan oknum pejabat
    3. Modus jahatnya : menjebak dan memaksa pemilik asli sehingga bisa mereka beli dengan harga murah, dan menjualnya ke pemerintah dengan harga tinggi.
(more…)


Berbagi :
Tambahkan Presiden : Lawan Spekulan Tanah ! Tambahkan Presiden : Lawan Spekulan Tanah ! Tambahkan Presiden : Lawan Spekulan Tanah ! Tambahkan Presiden : Lawan Spekulan Tanah ! Tambahkan Presiden : Lawan Spekulan Tanah ! Tambahkan Presiden : Lawan Spekulan Tanah ! Tambahkan Presiden : Lawan Spekulan Tanah !

Horta, Desi dan April Mop

Rupanya, penayangan wawancara dengan Mayor Alfredo Reinado (Kick Andy MetroTV 23 Mei 2007 lalu) menyisakan rasa kurang berkenan di hati Presiden Timor Leste, Ramos Horta. Horta menuduh Desi Anwar telah membantu Alfredo secara ilegal untuk berkunjung ke Indonesia, berkenaan dengan wawancara tersebut.

Horta mengatakan, ia memiliki bukti kuat keterlibatan Desi beserta sejumlah aparat berwenang di NTT dalam membuatkan dokumen palse bagi kepentingan perjalanan Alfredo ke Indonesia. Kegiatan Desi Anwar mengorganisasikan wawancara dengan Alfredo itu, katanya, tidak hanya telah melanggar “kode etik jurnalistik” tetapi juga melanggar hukum Timor Leste.

Menurut Horta, dengan penduduk 250 juta orang, sulit bagi Indonesia untuk mengontrol setiap orang yang punya niat untuk melanggar peraturan pemerintahnya. 

(more…)


Berbagi :
Tambahkan Horta, Desi dan April Mop Tambahkan Horta, Desi dan April Mop Tambahkan Horta, Desi dan April Mop Tambahkan Horta, Desi dan April Mop Tambahkan Horta, Desi dan April Mop Tambahkan Horta, Desi dan April Mop Tambahkan Horta, Desi dan April Mop

Taxi-taxian Warna Biru

Pertamakali melihat banyaknya taxi yang mirip BlueBird di Jakarta, saya nyengir lebar. "Koq bisa-bisanya kompak make warna biru ? Emang gak doyan warna lain apa ? Misalnya putih-mangkak-kembang-kembang-berenda-renda gitu …"

Hehehe,.. ternyata strategi mimikri kayak gini masih laku dipakai.

Tak disangka, ternyata saya termasuk diantara sekian banyak orang (udik nan dungu) yang bakal termakan trik tersebut. Senin sore kemaren, karena hujan saya salah memilih taksi biru. Dari jauh memang mirip BlueBird. Ternyata bukan. Setelah taxi tersebut mendekat, baru saya kecewa.

(more…)


Berbagi :
Tambahkan Taxi-taxian Warna Biru Tambahkan Taxi-taxian Warna Biru Tambahkan Taxi-taxian Warna Biru Tambahkan Taxi-taxian Warna Biru Tambahkan Taxi-taxian Warna Biru Tambahkan Taxi-taxian Warna Biru Tambahkan Taxi-taxian Warna Biru

Lirik “Terkutuk”

Lucu juga kalo DPR bisa berang karena sebuah lirik lagu. Bukankah kritik itu adalah sebuah keniscayaan dalam budaya demokrasi ?

Itu yang terlintas dalam benak saya kita mengikuti berita antara DPR dan SLANK sejak 9 April 2008 kemarin.

"Hey, tidakkah kalian memiliki berton-ton agenda mahapenting lainnya ketimbang meributkan sebuah lagu ? "

***

Blogwalking malam ini saya sempat membaca posting Eko dan Cak Dul Hafidz. Topiknya seputar lirik ‘terkutuk’ tersebut.

Ampun, busyet dah… ! 

Terlebih lagi saat menyaksikan tayangan tunda Topik Minggu ini di webnya liputan6 SCTV : "UUD (Ujung-ujungnya Duit)".

Hehehe.. SCTV ini bener-bener jago bikin ramuan acara : lucu, menggemaskan, sekaligus makan ati. (sebuah kombinasi yang tak mungkin diracik oleh Srimulat maupun Tukul).

Lirik lagu slank dianggap tidak santun dan tidak bermoral. Yang mananya ? 

Kesan ?
Eala… ternyata negeri kita penuh dengan yang model yang kayak beginian ya ? emoticon
Gak heran kacau balau .. emoticon


Berbagi :
Tambahkan Lirik “Terkutuk” Tambahkan Lirik “Terkutuk” Tambahkan Lirik “Terkutuk” Tambahkan Lirik “Terkutuk” Tambahkan Lirik “Terkutuk” Tambahkan Lirik “Terkutuk” Tambahkan Lirik “Terkutuk”