Reuni Kecil

Sudah lima tahun lebih saya tidak berjumpa dengan dua orang teman kuliah saya ini. Orang bilang, perbedaan sikap, watak, tingkah laku dan nasib itu akan jelas terlihat setelah melewati masa lima tahun. Entah siapa yang bilang dan kapan, saya ndak tahu. Saya rasa itu rada kemeruh (Jeruk koq makan jeruk).

Sore hari yang mendung di kota Gresik itu kami berkumpul warung kopi Cak Rie. Sebuah warung kopi yang terletak tak jauh dari jalan raya menuju Lamongan. Untung saya bisa sempat nyelintung (kabur) di tengah-tengah dinas, hehehe…

Warung Kopi Cak Rie di Gresik, Sangat Terkenal

Andri, tampak tak banyak berubah sejak saat terakhir kami bertemu. Masih dengan pembawaannya yang kalem dan murah senyum. Mungkin sedikit lebih kurus, karena baru saja recover dari operasi usus buntu yang membuatnya istirahat sebulan penuh.

Saat kuliah dulu, saya sering menggambarkan makhluk ini sebagai Thomas A. Edison-nya kampus. Inovatif, geek dan banyak eksperimen yang dia tekuni sejak kuliah. Dirumah kontrakannya dulu selalu berserakan komponen elektronik, tools, corat-coret sketsa serta buku-buku praktis elektronika.

Sekarang, sebagai ayah dari dua orang anak, dia berwiraswasta dengan membuka beberapa workshop. Disana dibangun juga showroom bagi mereka yang berminat melihat ‘prakarya’ jeniusnya. Ohya, mesin pemasak kopi yang kini digunakan di kafe Cak Rie ini juga merupakan hasil karya Andri. Sangat menarik sekali ! Semoga beliau segera berkenan untuk ngeblog juga.

Saat ini dia tengah pusing, karena berbelitnya prosedur dalam mempatenkan hasil karya cemerlangnya. Pelajaran moral nomor satu buat saya hari ini : Bila engkau geek dan inovatif, namun dibuat pusing dalam mengurus patenmu, maka bersiap-siaplah operasi usus buntu.

(more…)


Berbagi :
Tambahkan Reuni Kecil Tambahkan Reuni Kecil Tambahkan Reuni Kecil Tambahkan Reuni Kecil Tambahkan Reuni Kecil Tambahkan Reuni Kecil Tambahkan Reuni Kecil

Alive and Kickin’ (again)

Jadi apa yang mau dibilang ?
Males memang penyakit yang membuat segala alasan "tidak" (produktif) menjadi legal dan halal.
Password blog hilang ?
Itu cuman katalis.
Internet mahal ? 
Itu juga triger sekaligus weak logic terakhir yang menjadi justifikasi absentnya diriku.
Malas … ? 
Hmm… yah.. (but please choose another words politely, "lazy" sounds too harsh …hahahaha…) emoticon

Everyone, thanks for revisiting, commenting my stupid blog and even saying something harsh for me.
Sorry for my unpolite manner.

Once again, I should say "welcome back" to my lazy-bump-self.
(03-02-2008 14:27 was the time when i found my self re-login again)

bah!


Berbagi :
Tambahkan Alive and Kickin’  (again) Tambahkan Alive and Kickin’  (again) Tambahkan Alive and Kickin’  (again) Tambahkan Alive and Kickin’  (again) Tambahkan Alive and Kickin’  (again) Tambahkan Alive and Kickin’  (again) Tambahkan Alive and Kickin’  (again)

Single Point of Failure

Beberapa minggu yang lalu saya ketiban sampur, ketiban tugas memberesi serangkaian ‘hajat’. Bukan ‘hajatan’ biasa, karena targetnya ndak boleh gagal. Kalau gagal pasti benjut digebukin teman-teman. Selain itu juga rentang waktunya ndak ideal banget. Lumayan mepet-mepetnya.

Rencana, ibarat blueprint

Idealnya, jarak antara ‘hajatan’ bermula hingga tuntas, lamanya hampir sama dengan penganten mulai resepsi sampai punya anak sendiri. Harusnya gitu. Tapi juragan yang punya hajat cuman kasih waktu sepertiganya. Hehehe… jadi pusing nih….

Terus terang saya ndak mau benjut gara-gara hajat ini ndak sukses. Untuk menghindari tragedi kegagalan maka serangkaian rencana pun buat. Target yang diberikan, dipecah-pecah menjadi beberapa target-target kecil. Termasuk alternatif rencana lain. Rencana A,B,C dan seterusnya. Nanti kalo rencana A gagal, langsung pake rencana B. Kalo B gagal, pindah ke C. De es te…

Begitulah, waktu berjalan dan rencanapun bergulir. Ngelakoni memang ndak semudah perkiraan sebelumnya. Di lapangan kondisinya berbeda banget. Ada unsur-unsur lain yang terlibat, terutama bangsanya hal-hal yang bukan teknis.

Mbok Jamu yang mutung, ngambek karena jamunya ndak manjur

Ibarat ramuan jamu, resep A,B,C sampe ZZZ ndak ada yang cocok. Sampai mbok jamunya mumet, pasiennya ndak juga singset-singset.

(more…)


Berbagi :
Tambahkan Single Point of Failure Tambahkan Single Point of Failure Tambahkan Single Point of Failure Tambahkan Single Point of Failure Tambahkan Single Point of Failure Tambahkan Single Point of Failure Tambahkan Single Point of Failure

Ketika Seorang Shakespeare Adalah Produk dari Puisi

 

"Bukan aku yang membentuk puisiku, tapi puisiku yang membentuk aku menjadi seperti ini."
-William Shakespeare-

 

Mencari Sebuah Jalur Baru

 

Ada satu pertanyaan yang masih terus berputar-putar saat memutuskan kembali ngeblog. Bahkan hingga beberapa saat setelahnya, ketika blog baru yang baru mulai berjalan. Ya sebuah pertanyaan mendasar, yang menjadi alasan memulai kembali aktifitas ini. Mengenai arti sebuah blog (bagiku) ?

Apakah sekadar kangen sajakah ? Rindu ingin mengulangi romantisme blogwalking dan posting ? Sekadar terpesona pada awesome posting ? Ajang pelampiasan watak narsis ? Sekadar rindu pada kompetisi posting terbaik ? Atau ..

Mirip seperti kembang api yang sejenak menyala kemudian padam, ada sedikit kekhawatiran akan kembali terulangnya sindrom hiatus. Sebuah alasan yang sangat mendasar dan kokoh, untuk memaknai aktifitas ngeblog. Memang, kontinuitas aktifitas ngeblog sangat bergantung pada kemampuan menjaga ritme, interval dan konsistensi. Dan ngeblog tidak terlepas dari itu semua.

(more…)


Berbagi :
Tambahkan Ketika Seorang Shakespeare Adalah Produk dari Puisi Tambahkan Ketika Seorang Shakespeare Adalah Produk dari Puisi Tambahkan Ketika Seorang Shakespeare Adalah Produk dari Puisi Tambahkan Ketika Seorang Shakespeare Adalah Produk dari Puisi Tambahkan Ketika Seorang Shakespeare Adalah Produk dari Puisi Tambahkan Ketika Seorang Shakespeare Adalah Produk dari Puisi Tambahkan Ketika Seorang Shakespeare Adalah Produk dari Puisi

Akhir dari mati suri

Phoenix BirdLama gak ngeblog, akhirnya kangen juga pengen balik ngeblog. Ya, bulan-bulan belakangan ini saya gak bisa menghindar dari hiatus. Untuk sekadar mengecek blog juga udah lama gak saya lakukan lagi. Load kerjaan sangat tinggi dan menguras pikiran.

Kini setelah semuanya agak longgar, saya rasa udah waktunya balik ke hobi blogging yang terlupakan. 

  Tapi ternyata jalan kembali blogging gak semulus yang saya kira. Setelah berbulan-bulan  mati suri, hiatus, gak ngeblogging, hosting blog saya berantakan. Hancur lebur. Bukan saja secara teknis, tapi kendala lain.

 

(more…)


Berbagi :
Tambahkan Akhir dari mati suri Tambahkan Akhir dari mati suri Tambahkan Akhir dari mati suri Tambahkan Akhir dari mati suri Tambahkan Akhir dari mati suri Tambahkan Akhir dari mati suri Tambahkan Akhir dari mati suri