Boyong Kalegan

I found this one, while I was in Central Java last week. This restaurant is located in Turi, Sleman. The owner gave it’s name : "Boyong Kalegan" (I wonder what it means, "after visit us, you should come again with all of your colleague"). Later, Ambar told me that, Boyong means huts or simple places (do not mis use with ‘moving out’ or boyongan. Kalegan (adj lega) means pleased, feel happy. Yes, Ambar, thank’s for the update.

Honestly, it was designed above the water, an-human-made-lake. With the little houses separated by the water and connected each other. It’s very unique. And I’m soo happy about it.

Menu ? Fair price and very delicious ! You can find gurami goreng, gurame bakar, mujair goreng garing and some vegetables menu. I don’t remember all the items….. Most of my attention filled with the how the nature looks. I was so amaze. And I really enjoyed the air situation…. (You can see my picture)

I recommend this one ! It’s really suit if you bring a lot of people.


Berbagi :
Tambahkan Boyong Kalegan Tambahkan Boyong Kalegan Tambahkan Boyong Kalegan Tambahkan Boyong Kalegan Tambahkan Boyong Kalegan Tambahkan Boyong Kalegan Tambahkan Boyong Kalegan

Semanggi Surabaya

Pernah `ngidam` kepengen makan yang aneh-aneh ?

Yak,.. kemaren saya ngiler berat sama menu aneh yang disebut Semanggi Surabaya.

Lah kenapa aneh ? Karena sudah jarang ditemui.

Semanggi, sebagai bahan utama menu tersebut, sudah kian tipis lahan hidupnya.

Lah gimana nggak habis, la wong yang pada punya duit itu pada gak tahan lihat ada tanah nganggur.

Lihat dikit ada yang nganggur pasti udah dibangun jadi gedung atau sarana blah-blah-blah…

Padahal disitulah habitat tumbuhnya semanggi.

(more…)


Berbagi :
Tambahkan Semanggi Surabaya Tambahkan Semanggi Surabaya Tambahkan Semanggi Surabaya Tambahkan Semanggi Surabaya Tambahkan Semanggi Surabaya Tambahkan Semanggi Surabaya Tambahkan Semanggi Surabaya

Memandang Langit, Melahap Bakso

Walau hidangannya hanya es campur dan mie ayam, namun suguhan pemandangan persawahan nan luas yang sesekali dihiasi pesawat naik-turun, tetap bisa mengundang orang untuk mampir.

Warung-warung di Sedati Gede Raya 
Ndak percaya ? Silahkan mampir ke Raya SedatiGede. Dari Bandara Juanda Baru menuju ke Juanda Lama, setelah Pasar Wisata Bandara Juanda. Pinggir jalan raya, di tepi sebelah kiri yang menghadap persawahan. Disitu berkumpul banyak pedagang makanan. Berderet-deret.

Sudah lama mereka eksis. Dan sampai sekarang masih buka. Kadang ramai sekali. Terutama hari Sabtu siang dan Minggu.

Ada bakul mie, bakso, es campur, batagor, mie, bakso… lho ? Ternyata balik lagi hehehe…
Mie Ayam
Saya sendiri heran, jangan-jangan ini gara-gara monopoli konglomerat mie dan bakso. Coba lihat, kalau tidak mie pangsit, ya bakso lagi. Variasinya cuman es campur thok! MBok ya-o rada kreatif dikit. Ada yang jualan rujak cingur kek, soto madura kek, sate tokek kek…. Pokoknya rada variatif lah…

 

 

 

Lha, ini koq semua kompak pada jualan bakso.

Gitu ya masih tetap banyak yang datang. Hehehe…

Mungkin karena letaknya yang dekat jalan raya, pemandangannya menghadap kesawah, dan bisa lihat pesawat terbang! Hehehe….

Murahnya tarif pesawat terbang, masih belum menjamin kalo semua warga kita pernah naik pesawat terbang. Jangankan pernah, bisa beli tiketnya pun belum tentu. Maka, mengajak sang buah hati nonton pesawat yang sedang in-action, bisa menjadi pelipur lara. Siapa tahu bisa ketularan jadi pramugari,.. eh pilot. Hehehe… indahnya mimpi orang kebanyakan….

"Nak, cepatlah besar. Biar jadi pilot. Nanti Bapak-Ibumu kau ajaklah naik pesawat…"

(more…)


Berbagi :
Tambahkan Memandang Langit, Melahap Bakso Tambahkan Memandang Langit, Melahap Bakso Tambahkan Memandang Langit, Melahap Bakso Tambahkan Memandang Langit, Melahap Bakso Tambahkan Memandang Langit, Melahap Bakso Tambahkan Memandang Langit, Melahap Bakso Tambahkan Memandang Langit, Melahap Bakso