Memandang Langit, Melahap Bakso

Walau hidangannya hanya es campur dan mie ayam, namun suguhan pemandangan persawahan nan luas yang sesekali dihiasi pesawat naik-turun, tetap bisa mengundang orang untuk mampir.

Warung-warung di Sedati Gede Raya 
Ndak percaya ? Silahkan mampir ke Raya SedatiGede. Dari Bandara Juanda Baru menuju ke Juanda Lama, setelah Pasar Wisata Bandara Juanda. Pinggir jalan raya, di tepi sebelah kiri yang menghadap persawahan. Disitu berkumpul banyak pedagang makanan. Berderet-deret.

Sudah lama mereka eksis. Dan sampai sekarang masih buka. Kadang ramai sekali. Terutama hari Sabtu siang dan Minggu.

Ada bakul mie, bakso, es campur, batagor, mie, bakso… lho ? Ternyata balik lagi hehehe…
Mie Ayam
Saya sendiri heran, jangan-jangan ini gara-gara monopoli konglomerat mie dan bakso. Coba lihat, kalau tidak mie pangsit, ya bakso lagi. Variasinya cuman es campur thok! MBok ya-o rada kreatif dikit. Ada yang jualan rujak cingur kek, soto madura kek, sate tokek kek…. Pokoknya rada variatif lah…

 

 

 

Lha, ini koq semua kompak pada jualan bakso.

Gitu ya masih tetap banyak yang datang. Hehehe…

Mungkin karena letaknya yang dekat jalan raya, pemandangannya menghadap kesawah, dan bisa lihat pesawat terbang! Hehehe….

Murahnya tarif pesawat terbang, masih belum menjamin kalo semua warga kita pernah naik pesawat terbang. Jangankan pernah, bisa beli tiketnya pun belum tentu. Maka, mengajak sang buah hati nonton pesawat yang sedang in-action, bisa menjadi pelipur lara. Siapa tahu bisa ketularan jadi pramugari,.. eh pilot. Hehehe… indahnya mimpi orang kebanyakan….

"Nak, cepatlah besar. Biar jadi pilot. Nanti Bapak-Ibumu kau ajaklah naik pesawat…"

(more…)


Berbagi :
Tambahkan Memandang Langit, Melahap Bakso Tambahkan Memandang Langit, Melahap Bakso Tambahkan Memandang Langit, Melahap Bakso Tambahkan Memandang Langit, Melahap Bakso Tambahkan Memandang Langit, Melahap Bakso Tambahkan Memandang Langit, Melahap Bakso Tambahkan Memandang Langit, Melahap Bakso